Kamis, 14 Desember 2017

makalah semiotika makna dan simbol tarian maena di suku nias


ANALISI SEMIOTIKA MAKNA DAN SIMBOL TARIAN MAENA DI SUKU NIAS
(Kajian Analisis Semiotik Dengan Pendekatan Roland Barthes)



DI SUSUN OLEH :


NAMA                      : TENDES HARTAWATI LAIA
NIM                          : 15120042
PROGRAM STUDY : ILMU KOMUNIKASI
PENELITIAN            : METODE PENELITIAN KOMUNIKASI II
DOSEN                    : Dr. Retor A. W. Kaligis






STISIP WIDURI
JAKARTA
2017


BAB 1
 PENDAHULUAN


1.     1.  LATAR BELAKANG

Komunikasi adalah "suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain’’. Komunikasi bisa berlangsung secara verbal dan non verbal, komunikasi secara verbal adalah sebuah bentuk komunikasi atau proses penyampaian sebuah pesan atau informasi yang di lakukan seseorang kepada orang lain menggunakan media lisan atau tulisan dalam menyampaikan pesan tersebut, media yang paling umum di lakukan untuk menyampaikan pesan tersebut adalah bahasa. Dan komuniasi non verbal adalah komunikasi dimana proses penyampaian pesan atau informasi dengan tidak menggunakan kata-kata, non verbal biasanya menggunakan isyarat-isyarat dalam penyampaian seperti bahasa tubuh, espresi wajah,isyarat gerak atau gesture, kontak mata,intonasi suara dan gerak tubuh, seperti dalam halnya penyampaian pesan melaui tari maena di suku nias yang menggunakan komunikasi non verbal. Dalam berbagai kegiatan seni dinyatakan sebagai karya-karya seni rupa dan seni pertunjukan. Dalam bentuk yang bagaimanapun karya seni rupa, musik, tari, drama atau sastra, memiliki corak kehidupan batin manusia yang khas, dengan diberkati kepekaan perasaan estetis yang relatif untuk mengembangkan ide, motif atau tema karya seni selengkapnya.
Berdasarkan pada bentuknya kesenian dapat dibagi atas 3 (tiga) kategori, yaitu seni rupa (visual art), seni pertunjukan (performing art) dan seni arsitektur . Kesenian dalam perwujudan kultural dengan sangat jelas memperlihatkan keanekaragaman tradisi di tanah air kita. Bisa dikatakan bahwa bukan saja kesatuan-kesatuan etnis-kultural atau suku-bangsa yang mempunyai kesenian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, bahkan terkadang komunitas-komunitas kecil memperlihatkan versi-versi yang berbeda dari  bentuk dan perwujudan tari yang sama.
Secara keseluruhan tari itu dapat dibagi atas tiga kelompok besar , yaitu :1.  Tari sepenuhnya, yang dapat dibagi atas dua golongan, yaitu : a.  yang tak mengandung cerita, b.yang mengandung cerita.2.  Tari yang terpadu dengan unsur seni lain : a.  terpadu dengan dialog, b.  terpadu dengan nyanyian, c. terpadu dengan dialog dan nyanyian. 3. Tari yang terpadu dengan permainan : a. dengan akrobatik, b.dengan demonstrasi kekebalan, c.dengan sulapan seni tari.
Sesuai dengan apa yang kita ketahui bahwa tari merupakan bagian dari kesenian. Tari merupakan gerakan badan (tangan, dsb) yang berirama dan biasanya diiringi dengan bunyi-bunyian (musik, gamelan dst) . Seni tari merupakan seni menggerakkan tubuh secara berirama, biasanya sejalan dengan musik. Gerakan-gerakan itu dapat dinikmati sendiri, pengucapan suatu gagasan atau emosi, atau menceritakan suatu kisah, dapat pula digunakan untuk mencapai keadaan semacam mabuk atau tak sadar bagi yang menarikannya. Kemungkinan-kemungkinan yang demikian itu, menjadikan tari sebagai ciri pokok pada kehidupan agama, masyarakat dan seni dalam kebudayaan pada umumnya dan tari juga selalu di jadikan sebagai penyampaian pesan melalui makna yang terkandung di dalamnya dengan simbol dan tanda.
Ciri khusus tarian Indonesia adalah terikat dengan tanah, posisinya bisa duduk, berlutut,berdiri, membungkuk ataupun setengah membungkuk. Kaki dan tangan serta gerakan badan dan syair sama pentingnya. Untuk mengetahui setiap makna dari setiap gerakan tarian itu perlu penelitian dan ketekunan yang tinggi , seperti halnya tarian maena di suku nias yang memiliki makna dibalik setiap gerakannya yang tidak banyak orang tahu, bahkan orang-orang nias sekalipun jarang yang peduli dengan makna di balik tarian itu sendiri dimana mereka hanya mengikuti dan melakukannya hanya sebagai budaya dan sebagai adat warisan serta sebatas menghargai adat nenek moyang itu sendiri, tanpa peduli sejarah dan asal usul tari itu sendiri dan apa pesan di balik dari tarian itu sendiri baginya dan orang lain.
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan permasalahan mengenai: makna apa yang terkandung dalam tarian maena ?
3.      Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang makna tarian maena di suku nias yang memiliki banyak jenis tarian unik salah satunya tari Maena.
4.      Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat antara lain :
1.      Manfaat Teoritis. Hasil penelitian ini diharapkan  sebagai masukan bagi rekan-rekan mahasiswa yang mengadakan penelitian, serta dapat dijadikan acuan atau pedoman untuk penelitian selanjutnya.
2.      Manfaat Praktis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga kepada masyarakat suku nias, khusunya anak-anak muda nias, serta pecinta seni dan tari.


A.    Defenisi konsep

·         Gerakan :
 Gerak adalah suatu perubahan tempat kedudukan pada suatu benda dari titik keseimbangan awal. Tari maena menggunakan tiga unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tari maena: garakan badan, gerakan kaki dan tangan. Tarian maena merupakan tarian yang unik karena pembawannya yang bisa di lakukan secara massal.
·         Syair :
Syair ialah jenis puisi melayu lama yang berangkap dan setiap rangkapnya mengandung 4 baris ayat yang kesemuanya membawa makna isi dan maksud. Syair maena atau  fanehe maena yang di lantunkan semua penari sambil menari. Keempat-empat baris itu pula berirama sama.
Syair sering membawa makna isi yang berhubung dengan kias ibarat. Sindiran, nasihat, pengajaran, agama dan juga berasalkan sejarah atau dongeng, dan sesuai dengan tema acara.

·         Tari Maena
Tari maena  adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tarian ini termasuk jenis tarian rakyat yang dilakukan secara bersama-sama  atau massal. Tari Maena ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara, seperti penyambutan tamu terhormat, pernikahan, dan acara seremonial adat Nias lainnya.
Menurut sejarahnya, Tari Maena ini merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat suku Nias yang sudah ada sejak dahulu kala, dan sudah diwariskan secara turu-temurun hingga sekarang. Sejak dulu tarian ini sering dilakukan sebagai bagian dari seremonial adat masyarakat suku Nias. Kebiasaan tersebut kemudiaan terus berlanjut dan masih sering dilakukan hingga sekarang.
Dalam Tari Maena bisa diikuti oleh para penari pria maupun wanita. Untuk jumlah penari dalam acara seremonial  adat biasanya tidak ditentukan, sehingga bisa diikuti oleh siapa saja. Dalam pertunjukannya, biasanya diawali dengan pantun yang dibawakan oleh Sanutuo Maena (tetua adat/sesepuh suku).  Untuk pantun yang dibawakan biasanya disesuaikan dengan tema acara. Kemudian dilanjutkan dengan syair maena (fanehe maena) yang dilantunkan semua penari sambil menari. Gerakan dalam Tari Maena ini sebenarnya cukup sederhana, sehingga tidak memerlukan latihan khusus untuk melakukannya. Gerakan tersebut meliputi gerakan tangan dan kaki yang digerakan seirama maju mundur, maupun ke kiri dan ke kanan. Sedangkan untuk formasi para penari bisa berbentuk melingkar atau berbaris. Formasi tersebut tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi.


·         Fungsi tari Maena
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tari Maena difungsikan sebagai tarian hiburan atau bagian dari prosesi seremonial suatu acara. Bagi masyarakat suku Nias sendiri, tarian ini tentu memiliki makna khusus didalamnya, salah satunya adalah makna persatuan dan kebersamaan. Hal ini juga terlihat dari bagaimana mereka menari dan melakukannya secara bersama-sama dengan penuh suka cita. Semakin banyak yang mengikuti, suasana acara menjadi semakin hangat dan meriah.
·         Pertunjukkan tari Maena
Dalam Tari Maena bisa diikuti oleh para penari pria maupun wanita. Untuk jumlah penari dalam acara seremonial  adat biasanya tidak ditentukan, sehingga bisa diikuti oleh siapa saja. Dalam pertunjukannya, biasanya diawali dengan pantun yang dibawakan oleh Sanutuo Maena (tetua adat/sesepuh suku).  Untuk pantun yang dibawakan biasanya disesuaikan dengan tema acara. Kemudian dilanjutkan dengan syair maena (fanehe maena) yang dilantunkan semua penari sambil menari.
Pertunjukan tari  Maena biasanya di adakan saat-saat:
a)      Pesta pernikahan
b)      Penyambutan tamu (orang berpengaruh seperti bupati, presiden, dan lain-lain sebagainya)
c)      Pesta rakyat
d)     Penyambutan pemimpin baru
e)      Peresmian rumah baru ( biasanya oarang berpengaruh dalam masyarakat)
f)       Mengiring kematian para tetua adat
g)      Dan lain-lain sebagainya.
Setiap Maena yang di bawakan memiliki gaya tari dan gerakan  yang sama yang membedakanya hanyalah syair Maenanya.
·         Pengiring Tari Maena
Dalam pertunjukan Tari Maena pada dasarnya hanya diiringi oleh lagu atau syair yang dilantun oleh para penari. Kemudian para penari menari dengan gerakan yang disesuaikan dengan tempo atau irama lagu tersebut. Namun ada juga beberapa yang diiringi alat musik tradisional Nias, terutama pada acara yang bersifat pertunjukan, agar terlihat semakin meriah dan menarik.
·         Kostum Tari Maena
Kostum yang digunakan para penari dalam pertunjukan Tari Maena biasanya merupakan busana adat Nias. Namun penggunaan kostum ini juga disesuaikan dengan acara, sehingga ada juga yang menggunakan busana bebas untuk mengikuti tarian ini. Selain itu, karena Tari Maena merupakan tarian suka cita, sehingga para penonton yang tidak menggunakan busana adat pun diperbolehkan untuk mengikutinya.
·         Perkembangan Tari Maena
Dalam perkembangannya, Tari Maena masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang. Tarian ini masih sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu terhormat, pernikahan dan seremonial adat lainnya. Selain itu Tari Maena juga sering ditampilkan di berbagai acara budaya seperti pertunjukan seni, festival budaya, bahkan promosi pariwisata.

B.     KERANGKA TEORI
Sesuai dengan yang dijelaskan di atas, penelitian ini menggunakan teori “analogi kultural” yaitu teori yang membahas komunikasi non verbal, dari aspek “proxemics dan chronemics”. Mengenai proxemics, Hall mengacu kepada penggunaan ruang sebagai ekspresi spesifik dari kultur. Mengenai Chronemics, Hall mengemukakan bahwa norma-norma waktu ditemukan dalam berbagai kultur dalam bentuknya yang berbeda-beda. Disini, Tari Maena dianggap sebagai ruang atau wadah untuk mengekspresikan suatu kebudayaan yang ada dalam setiap kultur masyarakat khusus nya masyarakat nias. Adapun dalam Tari Maena terdapat sarat akan makna. Sebuah tarian tidak begitu saja diciptakan, namun ada hal-hal yang melatar belakanginya. Dan juga mengandung makna-makna yang dalam serta motivasi.
Pulau Nias yang merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan potensi besar dalam kepariwisataan tentunya menyimpan banyak daya tarik wisata yang dapat dinikmati. Daya tarik yang dimaksud seperti kehidupan masyarakat yang unik, tempat-tempat wisata yang khas, rumah adat Nias sebagai salah satu wujud motivasi serta pesan-pesan. kebersamaan dan rasa gotong royong di masa lampau, berbagai jenis tarian daerah, dan sebagainya.
Sebutan Pulau Nias dalam bahasa Niasnya sering disebut “Tanö Niha” yang artinya “tanah manusia” sedangkan orang Nias sering disebut Ono Niha yang artinya “anak manusia.” Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar masyarakat Nias masih menggunakan bahasa daerah Nias untuk berkomunikasi satu sama lain. Tetapi saat ini, ada banyak kalangan masyarakat lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia dalam proses berkomunikasi. Kaum muda berada di urutan teratas untuk kebiasaan ini. Menurut pendapat sebagian pihak, berkomunikasi dalam bahasa daerah Nias menimbulkan rasa malu dan dianggap telah ketinggalan zaman. Harus diakui bahwa banyak kebudayaan asli milik Nias telah banyak berubah karena dipengaruhi berbagai penyebab. Modernisasi zaman dengan pengaruh budaya barat merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi.
Selain itu, tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah terhadap manfaat budaya turut serta menjadi penyebabnya. Tarian daerah suku Nias adalah salah satu hasil budaya yang seyogianya pada masa lampau dapat diperankan oleh setiap orang terutama kaum muda, akan tetapi di masa sekarang ini telah jauh berbeda dan menunjukkan tingkat kemunduran. Tari Maena dan Tari Moyo adalah salah satu di antaranya. Tari Maena adalah tarian kolosal yang penuh sukacita. Tari Maena seringkali menjadi pertunjukkan hiburan ketika Suku Nias menyelenggarakan pesta pernikahan adat. Tari Maena yang merupakan milik seluruh masyarakat Nias menggambarkan suatu simbol untuk memuji mempelai laki-laki dan keluarganya. Tarian ini sangat simpel dan sederhana, tetapi mengandung makna kebersamaan, kegembiraan, kemeriahan. Tari Maena tak kalah menarik dengan tarian-tarian lain yang ada di Nusantara. Gerakannya yang sederhana membuat hampir semua orang bisa melakukannya. Kendala dan kesulitan yang dihadapi mungkin terletak pada rangkaian pantun-pantun Maena yang harus disesuaikan.
 Rangkaian pantun-pantun Maena biasanya dikenal dalam bahasa Nias sebagai “fanutunö Maena.” Lain halnya dengan Tari Moyo yang diperankan oleh kaum perempuan. Nama tari “Moyo” yang dapat diartikan dalam Bahasa Indonesia yakni “Elang” merupakan suatu tarian yang khas dengan gerakan gerakan lincah dan lemah gemulai. Tetapi di balik gerakan tersebut tersirat makna kegagahan seperti burung elang itu sendiri. Hal ini menyimbolkan bahwa orang Nias gagah berani terutama dalam menghadapi musuh. Makna lain adalah kewibawaan dan sikap optimis yang dapat kita amati ketika burung elang menerkam mangsa. Tidak ada sikap keraguan dalam benaknya, dan hal ini dimaknai juga bahwa orang Nias memiliki sikap optimis dan sekali maju tetap maju. Tari Moyo ini awalnya begitu populer di mata masyarakat karena kaum perempuan Nias yang beranjak dewasa sangat senang mempelajarinya. Tetapi keadaan berbanding terbalik justru terjadi saat ini. Tingkat minat masyarakat melakonkan Tari Moyo yang sangat rendah, perhatian pemerintah daerah yang sangat kurang adalah faktor-faktor penyebabnya. Padahal sebenarnya, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk proses sosialisasi dan pengenalan ke dunia internasional.
Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori interaksionalisme simbolik. Perspektif interaksional menonjolkan keagungan dan nilai individu diatas segala pengaruh yang lainnya. Manusia dalam dirinya memiliki esensi kebudayaan, saling berhubungan, masyarakat dan buah pikiran yang di sampaikan melalui simbol, tanda dan makna secara nonverbal. Tiap bentuk interaksi sosial itu dimulai dan berakhir dengan mempertimbangkan diri manusia. Selain itu prose sosial dari penunjukan diri dan pengambilan peran itu memungkinkannya untuk saling berinteraksi dan bertindak yang dilakukan oleh para anggota yang dapat ditentukan dari wujud kelompok.
Pada waktu individu ini mengambil perannya, ia dapat mengizinkan orang lain untuk mengarahkan tindakan individunya sehingga sebagai hasilnya, tindakan beberapa orang atau lebih menjadi saling terstruktur satu dengan yang lainnya untuk membentuk tindakan kelompok: yakni individu pengambil peran menyelaraskan tindakannya dengan tindakan orang lainnya. Dengan cara ini maka tindakan yang berbeda-beda oleh individu yang berlainan terorganisasikan dalam suatu kolektifitas sosial yang tampak dengan nyata pada para warga yang bukan anggotanya sebagai seperangkat tindakan yang terorganisasi untuk membentuk tindakan kolektifitas tertentu. Tindakan kelompok tersebut, berbeda dari tindakan individu yang membentuknya, karena pengorganisasiannya. Pandangan ini konsisten dengan ungkapan yang menyatakan bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya.

C.     MODEL PENELITIAN
Model Analisis Semiotik Signifikasi Dua Tahap Roland Barthes
·         SIGNIFIER            
           (PENANDA)
·         SIGNIFIED
             (PETANDA)
·         DENOTATIVE SIGN
             (TANDA DENOTATIVE)
·         CONOTATIVE SINGIFIER
             (PENANDA KONOTATIF)
·         CONOTATIVE SIGNIFIED   (PENANDA KONOTATIF)
·         CONOTATIVE SIGN (TANDA KONOTATIF)


D.    BATASAN PENELITIAN
Dalam penelitian ini peneliti membahas tentang tari di suku nias yang unik dan banyak tetapi penulis hanya mendalamkan penelitian dengan mencari makna pesan yang terdapat dalam tari Maena khususnya, meskipun beberapa tari di bahas tetapi penulis hanya fokus pada satu tari saja yaitu tari Maena, apa pesan yang terkandung di dalam tari tersebut dan makna nya.jadi yang di teliti adalah :
1)      Unit analisis
Unit analisisnya adalah pesan-pesan yang akan diteliti melalui analisis isi. Pesan yang dimaksud berupa makna gerakan dan syair dalam Tari Maena di suku Nias.
2)      Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di Nias kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias selatan, provinsi Sumatra Utara.
3)      Tahapan-tahapan Penelitian
Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)      Mencari topik yang menarik
Setelah melakukan beberapa tindakan dan mencari judul melaui internet dan pengalaman sebagai orang nias dan dulu sempat suka terjun dengan tarian di nias, peneliti mengumpulkan hal dari eksplorasi untuk memilih salah satu topik yang menarik untuk diteliti. Akhirnya peneliti memutuskan memilih topik tentang Analisi semiotika makna makna dan simbol gerakan dan syair dalam Tari Maena.
2)      Membuat pertanyaan penelitian yang menarik
Dalam proses ini, peneliti mencoba mencari pertanyaan semenarik mungkin tentang Tari Maena. Seperti : bagaimana asal-usul Tari Maena? Apa fungsi Tari Maena? Apa saja aspek dalam Tari Maena? Dan apa makna semiotika dari Tari Maena (gerakan dan syair)?
3)      Alasan topik dipilih
Peneliti memilih Tari Maena sebagai obyek penelitian karena tari Maena merupakan tarian khas daerah Nias yang mempunyai keunikan tersendiri dalam setiap gerakan dan syairnya yang di lakukan secara massal dan tanpa membatasi umur.
-  Merumuskan penelitian dengan mempertimbangkan topik, tujuan dan alasan mengapa topik diputuskan untuk dikaji.
- Dalam pengolahan data ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif interpretative dengan analisis semiotika.
- Tahap klasifikasi data
- Identifikasi data : yaitu penetapan dan penentuan tentang Tari Maena pada kelompok Tari maena yang akan diteliti. Akan tetapi yang ditekankan pada penelitian ini yaitu makna gerakan yang disertai dengan identifikasi petanda lain seperti, iringan musik dan syair (audio) yang dilantunkan dalam Tari Maena dengan pertimbangan sesuai rumusan masalah.
- Menetapkan pola semiosis dengan mempertimbangkan hierarki, sekuen ataupun pola semiosis serta kekhasan gerakan yang terdapat dalam Tari Maena.
Dengan artian data yang sudah diidentifikasi, yaitu gerakan (visual) dan syair (audio) dalam Tari Maena akan dipaparka oleh peneliti dengan jelas, dan sesuai dengan metode yang sudah dipilih dan ditetapkan oleh peneliti, yaitu dengan analisis semiotika Roland Barthes.






E.     METODE PENELITIAN
Untuk memudahkan pembuatan penilitian ini, penulis menggunakan beberapa metode penelitian, antara lain:
a)      Pendekatan dan jenis penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan paradikma kritis yang mendefinisikan ilmu social sebagai suatu proses yang secara kritis berusaha mengungkapkan kenyataan dibalik ilusi,false need yang dinampakkan dunia materi, dengan tujuan membantu membentuk suatu keadaan sosial agar dapat memperbaiki dan merubah kondisi kehidupan manusia.
Paradigma kritis merupakan suatu cara pandang terhadap realitas sosial yang senantiasa diliputi rasa curiga dan kritis terhadap realitas tersebut. Selain itu dalam melihat realitas, yang dilakukan adalah melihat dalam konteks kesejarahannya (historis). Karena dalam penelitian ini, peneliti ingin mengungkapkan makna gerakan dan syair Maena yang terdapat dalam seni.
Adapun jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya, lebih pada kedalaman dari pada keluasan. Dan data yang digunakan merupakan data kualitatif, yaitu data yang tidak menggunakan angka-angka. Penelitian ini bersifat deskriptif interpretative dengan menggunakan jenis telaah Semiotik Kultural, yakni semiotik yang khusus menelaah sistem tanda yang berlaku dalam kebudayaan masyarakat tertentu khususnya nias.
Tari Maena merupakan sebuah tarian yang dalam setiap gerakannya berisi tanda-tanda atau simbol bagi masyarakat Nias . Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah interaksi analisis simbolik berdasarkan atas konsep Herbert Blumer dengan menafsirkan gerak dan tindakan sesuai dengan arti.

b)      Penelitian Kepustakaan (Library Research)
 Adalah penelitian untuk mendapatkan sumber informasi menyangkut Tari Maena melalui data-data dari buku atau tulisan lainnya yang mendukung pembahasan.

c)      Penelitian Lapangan (Field Research)
Adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan sumber informasi berhubung terkait dengan objek kajian Tari Maena. Informasi didapat dengan cara melakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait, kepada kepala adat, para tetua susku nias, masyarakat dan anak muda, dan tokoh-tokoh terkait yang mengerti seluk beluk tentang tarian.


F.      Teknik penarikan sampling
Dalam penelitian ini penulis memakai teknik penarikan Purposive Sampling Pengertian Purposive Sampling atau Definisi Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kenapa saya mengambil purposive sampling karana penentuan sampelnya dengan menggunakan pertimbangan tertentu, contohnya untuk meneliti suatu kualitas makanan maka sampel yang di ambil adalah orang yang ahli dalam makanan, seperti halnya dalam penelitian  ini untuk melakukan penarikan sampling makna tari Maena, maka sampel sumber datanya adalah ahli adat dalam tari Maena.  Sampel ini lebih cocok digunakan untuk Penelitian Kualitatif atau penelitian yang tidak melakukan generalisasi.

G.    Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam suatu penelitian, karena sangat mempengaruhi hasil akhir penelitian dan kebenaran data yang didapat. Untuk mendapatkan data yang akurat, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara melalui dokumentasi, wawancara, serta observasi.
a.       Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang berdasarkan pada buku, foto, laporan penelitian, majalah, surat kabar, situs internet dan sebagainya yang dianggap relevan dalam penelitian ini. Adapun sumber data yang diperoleh adalah:
b.      Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara menggali informasi dari seseorang yang dapat dijadikan sumber terpercaya. Adapun penggunaan wawancara dalam penelitian ini bertujuan agar data yang dikumpulkan menjadi berkembang, dan memperjelas data yang diperoleh dari cara dokumentasi.
c.       Observasi merupakan teknik yang dilakukan peneliti dengan cara terlibat langsung dalam aktivitas keseharian subyek yang diteliti untuk mendekatkan diri antara peneliti dan yang diteliti. Dalam hal ini, peneliti akan melakukan observasi terhadap tetua adat dan para sanggar budaya di Nias 

H.    Teknik analisis data
Analisis data merupakan bagian yang amat penting selain pengumpulan data, karena proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Adapun jenis penelitian analisis semiotika, menggunakan model Roland Barthes, yaitu model sistematis dalam menganalisis makna dengan tanda-tanda. Focus perhatiannya tertuju pada signifikasi dua tahap:
a.       Signifikasi pertama merupakan hubungan antara signifier dan signified.Dalam sebuah tanda tahap realitas eksternal Barthes menyebutnya sebagai denotasi, yaitu makna penting nyata dari sebuah tanda. Sedangkan
b.       signifikasi tahap kedua yang menggambarkan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta nilai-nilai dari kebudayaannya, disebut sebagai konotasi.
I.       Teknik keabsahan data
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keabsahan data penelitian kualitatif. yaitu: nilai subyektivitas, metode pengumpulan  dan sumber data penelitian. Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal, yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif, alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol, dan sumber data kualitatif yang kurang credible akan mempengaruhi hasil akurasi  penelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa cara untuk meningkatkan  keabsahan data penelitian kualitatif, yaitu: kredibilitas, transferabilitas dan konfirmitas.
a.       Kredibilitas
Apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. Beberapa kriteria dalam menilai adalah lama penelitian, observasi yang detail, triangulasi, per debriefing, analisis kasus negatif, membandingkan dengan hasil penelitian lain, dan member check. Cara memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian, yaitu:
-          Memperpanjang masa pengamatan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan, bisa mempelajari kebudayaan dan dapat menguji informasi dari responden, dan untuk membangun kepercayaan para responden terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri.
-          Pengamatan yang terus menerus, untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang diteliti, serta memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.
-          Triangulasi, Pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut.
-          Peer debriefing (membicarakannya dengan orang lain) yaitu mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat.
-          Mengadakan member check yaitu dengan menguji kemungkinan dugaan-dugaan yang berbeda dan mengembangkan pengujian-pengujian untuk mengecek analisis, dengan mengaplikasikannya pada data, serta denganmengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang data.
b.      Transferabilitas
Yaitu apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain. Dependability yaitu apakah hasil penelitian mengacu pada tingkat konsistensi peneliti dalam mengumpulkan data, membentuk, dan menggunakan konsep-konsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan.
c.       Konfirmabilitas
Yaitu apakah hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan lapangan. Hal ini dilakukan dengan membicarakan hasil penelitian dengan orang yang tidak ikut dan tidak berkepentingan dalam penelitian dengan tujuan agar hasil dapat lebih objektif. Dalam penelitian ini peneliti memperhatikan nilai-nilai subjektifitas dan sumber data yang dapat di pertanggung jawabkan olah peneliti. Melalui observasi, wawancara.
J.       Instrumen penelitian
Instrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah, atau mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian. Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. 
Menurut Suharsimi Arikunto (2006:1630 bahwa metode penelitian adalah cara yang dugunakn oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya, sedangkan instrument penelitian adalah alat atau fasilitasyang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannyalebih mudah, dan hasilnya lebih baik,dalam arti lebih cermat,lengkap, dan sistematis sehinggalebih mudah diolah.
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instumen sebagi alat bantu dalam menggunakan metode pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket, perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala dan sebaginya. 
Menurut Suharmi Arikunto (2006:149) ada beberapa instrument yang namanya sama dengan metodenya,antarlain adalah:
1)      Instrument untuk metode tes adalah tes atau soal tes
2)      Instrument untuk metode angaket atau kuesioner adalah angket atau kuesioner
3)      Instrument untuk metode observasi adalah chek – list
4)      Instrument untuk metode observasi adalah pedoman observasi atau dapat juga chek – list
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengertian pengumpulan data dan instrumen penelitian adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengungkap berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan berbagai cara dan metode  agar proses ini berjalan secara sisitematis dan lebih dapat dipertanggung jawabkan kevaliditasnya. Dalam penelitian peneliti menggunakan instrumen untuk metode observasi, dengan wawancara dan foto sebagai dokumentasi.



















DAFTAR PUSTAKA
Teori komunikasi W. Littlejohn. Stephen dan A. Foss. Karen
Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D  Prof.Dr. Sugiyono penerbit ALFABETA
www.pengertian teori semiotika
Model Analisis Semiotik Signifikasi Dua Tahap Roland Barthes
Suharmi Arikunto (2006:149) ada beberapa instrument penelitian
www.teori simbolik


Jumat, 15 September 2017

kata-kata motivasi



DALAM HIDUP KITA KADANG TAK SESUAI DENGAN APA YANG KITA HARAPKAN ADA SAATNYA KITA DIAM ADA SAATNYA KITA BICARA DAN ADA SAATNYA KITA MENERIMA SESUATU YANG SEBENARNYA KITA TIDAK BISA MENERIMANYA.

KARENA DALAM HIDUP ADA  YANG HARUS DI LEPASKAN  AGAR KITA TAU RASANYA KEHILANGAN............ADA YANG HARUS MENGHILANG AGAR TAU BAGAIMANA RASANYA PENYESALAN.......
DI AMBANG BATAS ANTARA NYATA DAN KASAT MATA


Selasa, 02 Mei 2017

SIKAP APATISME MEMPENGARUHI KEPEDULIAN

    KETIDAK PEDULIAN MEMPENGARUHI SEBUAH TUJUAN
Melihat sikap apatis orang lain dapat mempengaruhi komitmen Anda untuk tujuan.
Salah satu tema dalam blog ini selama bertahun-tahun adalah penyakit menular tujuan, yang merupakan ide yang sering kita mengadopsi tujuan dari orang-orang di sekitar kita. Melihat seseorang membantu orang lain, dan Anda tiba-tiba ingin membantu. Melihat seseorang menjadi agresif, dan itu membuat Anda lebih mungkin untuk terlibat agresif dengan orang lain.

Bagaimana dengan sikap apatis?
Jika Anda melihat orang-orang yang peduli tentang tugas, adalah bahwa menular juga?
           Mereka menyarankan bahwa ketika orang goyah dalam komitmen mereka untuk tujuan, kemudian terkena apatis berkurang motivasi masyarakat untuk mengejar tugas.

Dalam satu studi, peserta melakukan dua belas masalah analogi GRE. Sebelum memecahkan masalah ini, peserta melakukan tugas di mana mereka menanggapi kata-kata yang disajikan di tengah layar. Sebelum melihat kata-kata, gambar yang berkelebat cepat di layar. Foto-foto ini baik menunjukkan siswa tampak bosan atau mahasiswa tampak terlibat. Sebuah kelompok kontrol tidak melihat gambar. Foto-foto itu berkelebat cukup cepat sehingga mereka bisa dianggap tidak sadar. Setelah memecahkan masalah GRE, peserta diminta untuk rata-rata nilai sarjana mereka, yaitu ukuran luas komitmen mereka untuk karya akademis.
            Peserta dengan IPK tinggi relatif tidak terpengaruh oleh prima. Mereka dengan IPK rendah memecahkan masalah analogi sedikit ketika mereka prima oleh mahasiswa apatis daripada ketika mereka prima oleh siswa energik atau tidak menerima priming sama sekali.

              Hasil ini menunjukkan bahwa paparan apatis dapat menurunkan motivasi untuk orang yang sudah yakin komitmen mereka untuk tujuan. Studi lain menggunakan bilangan prima untuk apatis dan bilangan prima untuk marah . Hanya bilangan prima untuk apatis menyebabkan orang untuk melakukan lebih buruk pada tes nanti. Temuan ini menunjukkan bahwa apatis tidak hanya menciptakan emosi negatif yang mempengaruhi kinerja.

               Studi lain menggunakan ukuran yang lebih sensitif komitmen untuk prestasi akademik. Sekali lagi, peserta terkena gambar orang-orang yang baik apatis atau tidak. Untuk setengah peserta, gambar menunjukkan situasi akademik, dan selama setengah peserta, gambar yang situasi nonakademis. Semua peserta kemudian dipecahkan anagram, yang mereka mengatakan adalah ukuran kefasihan lisan. Misalnya, mereka mungkin melihat surat ECTAR dan harus membentuk CRATE kata.
          Pola yang menarik dari hasil diperoleh. Perdana yang tidak dalam konteks akademik memiliki sedikit pengaruh pada perilaku orang.

           Gambar-gambar dalam konteks akademik memiliki pengaruh yang menarik pada perilaku orang. Peserta yang tidak berkomitmen kuat untuk prestasi akademik menghabiskan lebih sedikit waktu pada anagram dan memecahkan anagram lebih sedikit ketika mereka melihat gambar priming apatis daripada ketika mereka melihat gambar yang tidak terkait dengan sikap apatis. Peserta yang berkomitmen kuat untuk prestasi akademik benar-benar menghabiskan lebih banyak waktu pada anagram dan diselesaikan lebih dari mereka ketika mereka melihat gambar yang berhubungan dengan sikap apatis daripada ketika mereka melihat gambar yang tidak terkait dengan sikap apatis.

                 Pola ini menunjukkan dua kesimpulan. Pertama, pengaruh apatis adalah situasi tertentu. Kedua, pengaruh melihat apatis tergantung pada komitmen seseorang ke tujuan. Orang-orang yang tidak berkomitmen untuk tujuan menafsirkan sikap apatis sebagai sinyal bahwa mereka juga harus menyerah. Orang-orang yang sangat berkomitmen untuk tujuan benar-benar mendapatkan bahkan lebih berkomitmen dengan melihat sikap apatis.

Para peneliti berlari beberapa penelitian lain untuk menyingkirkan penafsiran lain dari studi ini. Sebagai contoh, satu studi menunjukkan bahwa hanya berpikir tentang tujuan tidak menimbulkan efek ini. Pengaruh apatis mengharuskan orang memiliki baik rendah atau tinggi komitmen untuk tujuan.

Apa semua ini berarti?
Kami menafsirkan tindakan orang-orang di sekitar kita. Ketika kita melihat orang-orang bertindak acuh tak acuh untuk tugas, kita tahu bahwa mereka mengekspresikan kurangnya minat dalam melakukan tugas itu. Bahwa kurangnya minat kemudian terkait dengan komitmen yang ada orang-orang untuk tujuan. Ketika orang goyah dalam komitmen mereka untuk tujuan, kemudian melihat orang lain yang apatis menyenggolku mereka ke arah menyerah. Ketika orang sangat berkomitmen untuk tujuan, kemudian melihat orang lain yang apatis sebenarnya meningkatkan komitmen mereka untuk tujuan.

syarat-syarat yang harus di penuhi sebelum menjelajah

HAL-HAL YANG HARUS DIMILIKI SEBELUM KE ALAM BEBAS Memiliki hobi main kealam adalah hal yang sangat menyenangkan bagi pencita alam maka sebelum kealam bebas terlebih dahulu apa saja yang setidaknya kita miliki, biar petualangan tidak terganggu gays. 1. Kemampuan teknis Yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan perlengkapan 2. Kemampuan kebugaran Mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. 3. Kemampuan kemanusiawian Yaitu pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakup determinasi (kemauan), percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisa diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin. 4. Kemampuan pemahaman lingkungan Yaitu pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan yang spesifik. Konsep keempat kemampuan itu mungkin lebih sederhana kalau kita kaitkan langsung dengan kegiatan kita mempersiapkan diri untuk melakukan kegiatan di alam terbuka. Tahapan perencanaan perjalanan adalah sebagai berikut : Pertama, Kita harus dibekali dengan kemampuan untuk memilih, mengatur, serta menggunakan perlengkapan dan perbekalan ; kemampuan teknis menggunakan alat bantu perjalanan, seperti peta dan kompas; kemampuan berkemah (camp craft) seperti berbivak dan membuat api. Penguasaan keterampilan ini akan membantu kita mengatur teknik berjalan di gunung hutan, menebas dengan efektif, maupun mengatur konsumsi makan dan minum. Kedua, Diperlukan kemampuan fisik yang baik, sehingga selain diperlukan kondisi tubuh yang sehat, juga diperlukan latihan fisik yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan. Misalnya untuk pendakian gunung, latihan fisik naik turun bukit dapat dilakukan dalam persiapan perjalanan, selain itu juga latihan mengangkat beban (ransel). Ketiga, Diperlukan mental yang siap untuk menghadapi kegiatan berat di alam. Hal ini tidak dapat diajarkan oleh pelatih, namun harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Penguasaan yang baik pada tiga keterampilan lainnya akan sangat membantu. Keempat, Diperlukan pemahaman yang baik terhadap kondisi alam yang akan dihadapi dan mencakup bagaimana memilih waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan – dihubungkan dengan lokasi, musim, serta pengetahuan lingkungan medanyang akan ditempuh – dan bagaimana cara mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. Untuk perjalanan gunung hutan tropis misalnya, kita harus siap menghadapi dingin, basah maupun becek.

Senin, 01 Mei 2017

pernikahan adat jawa dan nias perbedaanya


SEDIKIT PERBEDAAN PERNIKAHAN ADAT JAWA DAN NIAS

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang di rayakan atau di laksanakan oleh dua orang atau keluarga dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama,norma hukum,dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa,budaya maupun kelas sosial.

.                                                                    
Budaya tanah jawa memang menyimpan sejuta keindahan dan keangungan yang tetap di pegang teguh oleh masyarakatnya. Hal ini dapat dilihat dari proses upacara pernikahan yang penuh makna dan khas. beragam tradisi dan tata cara pernikahan menjadi bagian dari adat masing-masing daerah.
Pernikahan adat jawa di bagi dalam beberapa tahap yang membuat pernikahan ini unik menurut saya adalah pengntin perempuanya tidak merasa sedih sama sekali dan terlihat baik-baik saja dan dia tidak segang-segang menyapa para tamunya. diatas pelaminan saja, para pengantin tinggal berdua bahkan tinggal seorang saja diatas pelaminan, tanpa ada rasa cagung dan atau bahkan risih kedua mempelai berbicara layaknya biasa saja.artinya diatas pelaminan itu kedua mempelai mengurus dirinya masing-masing.
                                                                               
Berbeda dengan orang nias yang memaknai pernikahan itu sebagai raja dan ratu sehari, semua para tamu yang datang dijamu dan di siaapkan makanan serta diantar satu persatu. Dalam adat nias seorang perempuan yang akan menikah dan meninggalkan rumah ibu dan ayahnya serta seluruh keluarganya akan terus menanggis karena dia tidak akan seperti saat dia masih belum menikah.
diats pelaminan kedua mempelai selalu di dampingin dan dikipasin serta di beri makan layaknya seorang ratu dan cirikhas pengantin perempan nias adalah menundukkan kepalanya selama acara pernikahannya, dan setelah acara selesai pengantin perempuan akan diangkat diatas kayu yang diikat dengan kursi dan diantar sampai keluar dari rumahnya. Perniakahan akan selalu penuh dengan tanggis bagi keluarga yang ditinggalkan.


Awal kenapa saya menulis cerita sedikit perbedaan proses pernikahan ini setelah saya datang keundangan teman yang nikahan dengan konsep yang berbeda dengan selama ini yang saya lihat dan di laksanakan di nias sana.
tidak ada unsur apapun dari tulisan ini hanya sebatas kekaguman serta pengalaman yang baru menurut saya, dan melihat betapa indahnya perbedaan itu..
terimakasih.


KARANGAN BUAT PAK AHOK TERNYATA MENGHASILKAN BERBAGAI PRESEPSI SALAH SATUNYA.....

                                                    RIBUAN KARANGAN BUNGA
                                                            MENGHASSILKAN
                                                  PRESEPSI DI SEMUA PIHAK.

Tidak ada pelantikan. Tidak ada acara nikahan, tiba-tiba balai kota DKI Jakarta, di penuhi karangan bunga. Ribuan karangan bunga berjejer di halaman pendopo kantor Basuki Tjahaja purnama (Ahok) tersebut rupanya bunga tersebut dari pendukung Ahok.
Kekalahan di putaran kedua ini membuat para pendukung Ahok kehilangan sosok pemimpin andalan mereka, sebagai pendukung setia, doa dan semangat selalu di berikan, salah satu bentuk semangat mereka dengan mengirimkan karangan bunga.Isi karangan bunga itu macam-macam. Ada yang membuat ucapan serius, ada juga yang penuh canda. Dari mulai ungkapan cinta, duka cita, dukungan, hingga ungkapan yang ditulis dengan kalimat-kalimat alay ala anak-anak ABG yang mengundang senyum.

Salah satunya karangan bunga ada yang bertuliskan: "Terima kasih Pak Ahok atas kerja kerasnya selama ini. Andalah pemimpin sejati. We love you and we will miss you. Dari kami yang belum bisa move on". Karangan bunga lain bertuliskan: "Terima kasih Pak Ahok Djarot atas peluh keringat yang tercurah buat warga Jakarta. Dari kami yang patah hati ditinggal saat lagi sayang-sayangnya." 

Yang lain berisi dukungan dan semangat kepada Ahok-Djarot. "Thanks Pak Ahok dan Pak Djarot, we love you, jangan kasih kendor, semangat." Ada juga yang berisi testimoni yang menilai bahwa Ahok adalah gubernur terbaik DKI dan pahlawan bagi Jakarta. 

Karangan bunga ini sebenarnya sudah berdatangan di Balai Kota DKI sejak pekan lalu. Namun, saat itu jumlahnya masih sedikit. Baru kemarin jumlahnya membludak sampai mencapai ratusan. Seorang petugas keamanan di Balai Kota menyatakan, karangan bunga bertambah banyak sejak pagi dini hari kemarin.

Dunia maya ikut riuh dengan banyaknya karangan bunga ini. Banyak warganet alias netizen yang mengunggah gambar-gambar karangan bunga tersebut di akun masing-masing. Ada yang membubuhi komentar baik, ada juga yang tulisannya penuh curiga.

Akun @masinusina terlihat bangga dengan banyaknya karangan bunga itu. "Baru kali ini ada pejabat publik yang kalah Pilkada, tapi dapat karangan bunga apresiasi segini banyaknya," kicaunya.

Pemilik @rianernesto tak kalah girang. Baginya, karangan bunga itu merupakan apresiasi murni dari warga yang mengalahkan politisasi agama. "Karangan bunga terus mengalir memberi semangat kepada Basuki-Djarot. Spirit positif warga mengalahkan politisasi agama." 

Akun @Richardotio ikut memuji Ahok. "Belum ada pejabat sekeren Ahok-Djarot di Republik Indonesia. Ucapan karangan bunga terima kasih hingga malam ini sudah mencapai 300 lebih," sanjungnya.

Ada juga yang menganggap Ahok layak mendapatkan masuk rekor yang menerika ucapan terima kasih terbanyak dari masyarakat pascakalah di Pilkada. "Saya rasa Pak Ahok satu-satunya gubernur di Indonesia sepanjang sejarah yang diberikan karangan bunga seperti ini oleh rakyatnya," cuit @wssicaa.

Akun @Yuliaa007 menyebut, kondisi ini sebagai hal langka. Biasanya, karangan bunga ucapan selamat diberikan kepada yang terpilih. Tapi, ini malah diberikan kepada calon yang kalah sebagai bentuk dukungan.

Warganet lain berpikiran tidak-tidak. Akun @Mentimoen misalnya, menganggap, banyaknya karangan bunga untuk Ahok merupakan tanda tidak baik buat Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. "Ini tanda-tanda enggak baik nich buat memulai era baru di DKI," cuitnya.

Pendukung Anies-Sandi tidak tinggal diam. Akun @ateng_forever meyakini bahwa karangan bunga untuk jagoannya bakal lebih banyak saat pelantikan di Oktober nanti. "... ntar juga pas udah resmi banyak karangan bunga buat Anies-Sandi. Kayak enggak tahu aja pendukung mereka gimana," kicaunya.

Bagaimana Ahok menanggapingya? Lewat akun twitternya, Ahok menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mengirimkan karangan bunga untuknya. "Terima kasih untuk semua ucapan penyemangat. Marilah kita sama-sama terus menatap masa depan untuk Jakarta dan Indonesia yang lebih baik," kicaunya di akun @basuki_btp pada pukul 7.30 malam tadi.

Kicauan ini langsung disebarkan para follower Ahok. Hanya satu jam kemudian, kicauan Ahok ini sudah dicuitkan kembali sebanyak 2.300 kali. Banyak juga follower Ahok yang berkomentar di cuitan tersebut. Isinya sama dengan karangan-karangan bunga yang berjejer di Balai Kota, yaitu mendukung dan memberikan doa untuk Ahok-Djarot. ***